Statistik adalah kumpulan data yang berupa bilangan atau bukan bilangan disusun dalam bentuk tabel, diagram, atau grafik yang menggambarkan suatu persoalan. Atau ukuran sebagai sampel dari kumpulan data tertentu.
Pengguna Statistika
|
Masalah yang Dihadapi
|
Manajemen
Akuntansi
Pemasaran
Keuangan
Ekonomi
Pembangunan
Agribisnis
|
1. Penentuan
struktur gaji, pesangon, dan tunjangan karyawan.
2. Penetuan
jumlah persediaan barang, barang dalam proses, dan barang jadi.
3. Evaluasi
produktivitas karyawan.
4. Evaluasi
kinerja perusahaan.
1. Penentuan
standar audit barang dan jasa.
2. Penentuan
depresiasi dan apresiasi barang dan jasa.
3. Analisis
rasio keuangan.
1. Penelitian
dan pengembangan produk.
2. Analisis
potensi pasar, segmentasi pasar, dan diskriminasi pasar.
3. Ramalan
penjualan.
4. Efektivitas
kegiatan promosi penjualan.
1. Potensi
peluang kenaikan dan penurunan harga saham, suku bunga dan reksa dana.
2. Tingkat
pengembalian investasi beberapa sector ekonomi.
3. Analisis
pertumbuhan laba, cadangan usaha.
4. Analisis
resiko setiap usaha.
1. Analisis
pertumbuhan ekonomi, inflasi dan suku bunga.
2. Pertumbuhan
penduduk dan tingkat pengangguran serta kemiskinan.
3. Indeks
harga konsumen dan perdagangan besar.
1. Analisis
produksi tanaman, ternak, ikan, dan kehutanan.
2. Kelayakan
usaha dan skala ekonomi.
3. Manajemen
produksi agribisnis
4. Analisis
ekspor dan impor produk pertanian.
|
Nama
|
Kapital
|
Kecil
|
Nama
|
Kapital
|
Kecil
|
Alpha
|
A
|
Α
|
Nu
|
Ν
|
ν
|
Beta
|
B
|
Β
|
Xi
|
Ξ
|
ξ
|
Gamma
|
Γ
|
Γ
|
Omicron
|
Ο
|
ο
|
Delta
|
Δ
|
Δ
|
Pi
|
Π
|
π
|
Epsilon
|
Ε
|
Ε
|
Rho
|
Ρ
|
ρ
|
Zeta
|
Ζ
|
Ζ
|
Sigma
|
Σ
|
σ,ς
|
Eta
|
Η
|
Η
|
Tau
|
Τ
|
τ
|
Theta
|
Θ
|
Θ
|
Upsilon
|
Υ
|
υ
|
Iota
|
Ι
|
Ι
|
Phi
|
Φ
|
φ
|
Kappa
|
Κ
|
Κ
|
Khi
|
Χ
|
χ
|
Lambda
|
Λ
|
Λ
|
Psi
|
Ψ
|
ψ
|
Mu
|
M
|
µ
|
Omega
|
Ω
|
ω
|
contoh : jenis kelamin, warna kesayangan, asal suku, dll.
Proporsi (p) = f_
Jumlah kategori (k)= 1+3,322 Log n
|
Interval kelas = Nilai
terbesar - Nilai terkecil
Jumlah kelas
|
Hubungan Fungsional Antar Variabel
Untuk analisis regresi dibedakan dua jenis variabel :
1. Variabel Bebas (Variabel Prediktor), (X1 - Xk sedangkan (k>=1))
2. Variabel Tak Bebas (Variabel Respon). (Y)
Metode Kuadrat Terkecil untuk Regresi Linier
Regresi Non Linier
1. Model Parabola Kuadratik
2. Model Parabola Kubik
3. Model Geometrik
4. Model Logistik
Regresi Linier Ganda
Istilah ini berasal dari telaah kebakaran yang dilakukan oleh Sir Francis Galton (1822 - 1911) yang membandingkan tinggi badan anak laki - laki dengan tinggi badan ayahnya. Galton menunjukkan bahwa tinggi badan anak laki - laki dari ayah yang tinggi setelah beberapa generasi cenderung mundur (regressed) mendekati nilai tengah populasi. Dengan kata lain, anak laki - laki dari ayah yang badannya sangat tinggi cenderung lebih pendek daripada ayahnya, sedangkan anak laki - laki dari ayah yang badannya sangat pendek cenderung lebih tinggi daripada ayahnya. Sekarang istilah regresi diterapkan pada semua jenis peramalan, dan tidak harus berimplikasi suatu regresi mendekati nilai tengah populasi.
Dalam GUIDE BOOK ini kita akan membicarakan masalah pendugaan atau peramalan nilai peubah takbebas Y berdasarkan peubah bebas X yang telah diketahui nilainya. Misalkan kita ingin meramalkan nilai kimia mahasiswa tingkat persiapan berdasarkan skor tes intelegensia yang diberikan sebelum mulai kuliah. Untuk membuat peramalan semacam ini, pertama - tama kita perhatikan sebaran nilai kimia untuk berbagai skor tes intelegensia yang dicapai oleh mahasiswa - mahasiswa tahun sebelumnya. Dengan melambangkan nilai kimia seseorang dengan Y dan skor tes intelegensianya dengan X, maka data setiap anggota populasi dapat dinyatakan dalam koordinat (X,Y). Suatu contoh acak berukuran N dari populasi tersebut dengan demikian dapat dilambangkan sebagai {(Xi,Yi);i = 1,2, .... N)
Baiklah kita perhatikan sebaran nilai kimia untuk skor tes intelegensia 50, 50, 65, dan 70. Nilai kimia bagi 12 mahasiswa dengan skor tes intelegensia demikian dicantumkan dalam Tabel. Data tersebut kemudian ditebarkan atau diplotkan dalam Gambar sehingga menghasilkan apa yang disebut DIAGRAM PENCAR.
Dengan mengamati diagram pencar ini, terlihat bahwa titik - titiknya mengikuti suatu garis lurus, menunjukkan bahwa kedua peubah tersebut saling berhubungan secara linier. Bila hubungan linier demikian ini ada, maka kita berusaha menyatakan secara matematik dengan sebuah persamaan garis - lurus yang disebut GARIS REGRESI LINIER. Dari aljabar atau ilmu ukur analitik di sekolah lanjutan, kita mengetahui bahwa sebuah garis lurus dapat dituliskan dalam bentuk "(Y = a + bX)".
Dalam hal ini "a" menyatakan intersep atau perpotongan dengan sumbu tegak,
Dalam hal ini "b" menyatakan kemiringan atau gradiennya.
Lambang Y digunakan di sini untuk membedakan antara nilai ramalan yang dihasilkan garis regresi dan nilai pengamatan Y yang sesungguhya untuk nilai X tertentu.
Garis regresi demikian ini digambarkan pada diagram pencar dalam Gambar.
Bila nilai dugaan titik bagi "a" dan "b" telah diperoleh dari data contoh, maka garis regresinya dapat digunakan untuk meramalkan nilai Y padanan suatu nilai X tertentu.
Tentu saja, nilai ramalan Y ini merupakan nilai dugaan titik bagi Y, sehingga kecil sekali kemungkinannya persis sama. Tetapi tentu saja kita berharap bahwa keduanya berdekatan.
Dengan menggunakan garis regresi dalam Gambar, maka kita meramalkan nilai kimia 88 bagi mahasiswa yang skor tes intelegensinya 65. Tetapi, tentu saja sangat kebetulan bila seorang mahasiswa dengan skor tes intelegensia 65 memperoleh nilai kimia tepat 88. Bahkan sesungguhnya, data asli dalam Tabel menunjukkan bahwa tiga mahasiswa dengan skor tes intelegensia masing - masing 65 memperoleh nilai kimia 85, 90 dan 94.
Oleh karena itu, kita harus menafsirkan nilai kimia ramalan sebesar 88 sebagai suatu nilai rata - rata atau nilai harapan bagi semua mahasiswa yang mengambil kuliah ini dan yang skor tes intelegensianya 65.
Sekali kita telah memutuskan akan menggunakan persamaan regresi linier, maka kita menghadapi masalah bagaimana memperoleh rumus untuk menentukan nilai dugaan titik bagi "a" dan "b" berdasarkan data contoh.
Untuk ini akan digunakan prosedur yang disebut METODE KUADRAT TERKECIL.
* Di antara semua kemungkinan garis lurus yang dapat dibuat pada diagram pencar,
* Metode kuadrat terkecil memilih suatu garis regresi yang membuat jumlah kuadrat jarak vertikal dari titik - titik pengamatan ke garis regresi tersebut sekecil mungkin.
* Jadi, bila "Ei" menyatakan simpangan vertikal dari titik ke - i ke garis regresi, seperti ditunjukkan pada Gambar,
* Maka metode kuadrat terkecil menghasilkan rumus untuk menghitung "a" dan "b" sehingga jumlah kuadrat semua simpangan itu minimum,
* Jumlah kuadrat semua simpangan ini disebut JUMLAH KUADRAT GALAT sekitar garis regresi dan dilambangkan dengan JKG,
* Jadi, jika kita diberikan segugus data berpasangan {(Xi, Yi);1 = 1, 2, ... N},
* Maka kita harus menentukan "a" dan "b" sehingga meminimumkan
JKG = E n i = 1 e i pangkat 2 = E n i = 1 (Yi - a - bXi) pangkat 2
* Untuk menentukan "a" dan "b" sehingga JKG minimum dapat digunakan kalkulus diferensial,
* Tetapi itu tidak akan kita lakukan,
* Di sini kita hanya mencantumkan hasil akhirnya saja.
RUMUS
1. Mengenal Statistika
Dunia penelitian atau riset, di mana pun dilakukan, bukan saja telah mendapat manfaat yang baik dari statistika tetapi sering harus menggunakannya. Untuk mengetahui apakah cara yang baru ditemukan lebih baik daripada cara lama, melalui riset yang dilakukan di laboratorium, atau penelitian yang dilakukan di lapangan, perlu diadakan penilaian dengan statistika. Apakah model untuk sesuatu hal dapat kita anut atau tidak, perlu diteliti dengan menggunakan teori statistika. Statistika juga telah cukup mampu untuk menentukan apakah faktor yang satu dipengaruhi atau mempengaruhi faktor yang lainnya. Kalau ada hubungan antara faktor - faktor, berapa kuat adanya hubungan tersebut ? Bisakah kita meninggalkan faktor yang satu dan hanya memperhatikan faktor lainnya untuk keperluan studi lebih lanjut ?
Uraian singkat di atas, hendaknya cukup dapat memberikan gambaran bahwa statistika sebenarnya diperlukan, minimal penggunaan metodanya. Sesungguhnya, statistika sangat diperlukan bukan saja hanya dalam penelitian atau riset, tetapi juga perlu dalam bidang pengetahuan lainnya seperti : teknik, industri, ekonomi, astronomi, biologi, kedokteran, asuransi, pertanian, perniagaan, bisnis, sosiologi, antropologi, pemerintahan, pendidikan, psikologi, meteorologi, geologi, farmasi, ekologi, pengetahuan alam, pengetahuan sosial dan lain sebagainya. Mengingat ini semua, dalam uraian Metode Statistika, bukan statistika teoritik, yang diharapkan dapat digunakan dalam berbagai bidang atau lapangan. Jadi, disini tidak diuraikan bagaimana penurunan rumus - rumus, bukti - bukti sifat atau dalil - dalil, melainkan semata - mata uraian teknik statistika untuk penggunaan di dalam macam - macam disiplin.
2. Statistik dan Statistika
Dalam bagian ini akan kita bedakan antara statistik dan statistika. Banyak persoalan, apakah itu hasil penelitian, riset ataupun pengamatan, baik yang dilakukan khusus ataupun berbentuk laporan, dinyatakan dan dicatat dalam bentuk bilangan atau angka - angka. Kumpulan angka - angka itu sering disusun, diatur atau disajikan dalam bentuk daftar atau tabel. Sering pula daftar atau tabel tersebut disertai dengan gambar - gambar yang biasa disebut diagram atau grafik supaya lebih dapat menjelaskan lagi tentang persoalan yang sedang dipelajari. Bertahun - tahun orang telah menamakan ini semua statistik. Jadi, kata statistik telah dipakai untuk menyatakan kumpulan data, bilangan maupun non - bilangan yang disusun dalam tabel dan atau diagram, yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan. Statistik yang menjelaskan atau menggambarkan suatu persoalan. Statistik yang menjelaskan sesuatu hal biasanya diberi nama statistik mengenai hal yang bersangkutan. Demikianlah umpamanya kita mengenal ;
1. Statistik penduduk,
2. Statistik kelahiran,
3. Statistik pendidikan,
4. Statistik produksi,
5. Statistik pertanian,
6. Statistik kesehatan dan masih banyak nama - nama lagi.
Kata statistik juga masih mengandung pengertian lain, yakni dipakai untuk menyatakan ukuran sebagai wakil dari kumpulan data mengenai sesuatu hal. Ukuran ini di dapat berdasarkan perhitungan menggunakan kumpulan sebagian data yang diambil dari keseluruhan tentang persoalan tersebut. Demikianlah umpamanya kita telah mengenal kata - kata persen dan rata - rata. Jika kita teliti 20 pegawai dan dicatat gajinya setiap bulan lalu dihitung rata - rata gajinya, misalnya IDR 2.700.000 maka rata - rata IDR 2.700.00 ini dinamakan statistik. Demikian pula, jika dari kedua puluh pegawai itu ada 40% yang gajinya tiap bulan kurang dari IDR 1.000.000, maka nilai 40% ini dinamakan statistik. Selain persen dan rata - rata sebagai statistik masih banyak lagi ukuran - ukuran lain yang merupakan statistik. Uraian, pengertian dan nama - namanya akan diberikan dalam tulisan ini selanjutnya.
Statistik + a = Statistika
Dari hasil penelitian, riset maupun pengamatan, baik yang dilakukan khusus ataupun berbentuk laporan, sering diminta atau diinginkan suatu uraian, penjelasan atau kesimpulan tentang persoalan yang diteliti. Sebelum kesimpulan dibuat, keterangan atau data yang telah terkumpul itu terlebih dahulu dipelajari, dianalisis atau diolah dan berdasarkan pengolahan inilah baru kesimpulan dibuat. Tentulah mudah dimengerti bahwa pengumpulan data atau keterangan, pengolahan dan pembuatan kesimpulan harus dilakukan dengan baik, cermat, teliti, hati - hati, mengikuti cara - cara dan teori yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ini semua ternyata merupakan pengetahuan tersendiri yang diberi nama statistika. Jadi, statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara - cara pengumpulan data, pengolahan atau penganalisisan dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang telah dilakukan.
Ada dua jalan yang dapat ditempuh untuk mempelajari statistik. Jika ingin membahas statistika secara mendasar, mendalam dan teoritis, maka yang dipelajari digolongkan ke dalam statistika matematis atau statistka teoritis.
Dalam tulisan ini diperlukan dasar matematika yang kuat dan mendalam. Yang dibahas antara lain penurunan sifat - sifat, dalil - dalil, rumus - rumus, menciptakan model - model dan segi - segi lainnya lagi yang teoritis dan matematis. Yang kedua, kta dapat mempelajari statistika semata - mata dari segi penggunaannya. Aturan - aturan, rumus - rumus, sifat - sifat dan sebagainya yang telah diciptakan oleh statistika teoritis, diambil dan digunakan mana yang perlu dalam berbagai bidang pengetahuan. Jadi tidak dipersoalkan bagaimana didapatnya rumus - rumus atau aturan - aturan, melainkan hanya dipentingkan bagaimana cara, teknik atau metoda statistika yang digunakan.
3. Data Statistik
Keterangan atau ilustrasi mengenai sesuatu hal bisa berbentuk kategori, misalnya : rusak, baik, senang, puas, berhasil, gagal, dan sebagainya, atau bisa berbentuk bilangan. Kesemuanya ini dinamakan data atau lengkapnya data statistika.
Data yang berbentuk bilangan disebut data kuantitatif, harganya berubah - ubah atau bersifat variabel. Dari nilainya, dikenal dua golongan data kuantitatif yaitu :
1. Data dengan variabel diskrit atau data diskrit,
2. Data dengan variabel kontinu atau data kontinu.
Hasil menghitung atau membilang merupakan data diskrit
Contohnya ;
1. Keluarga Nuky mempunyai lima anak laki - laki dan lima anak perempuan,
2. Kabupaten Lamongan sudah membangun 1.724 gedung sekolah.
Hasil pengukuran merupakan data kontinu
Contohnya ;
1. Tinggi badan seseorang, misalnya 155 cm, 167 cm atau 173 cm,
2. Luas daerah sebesar 500 Km persegi,
3. Kecepatan mobil 90 Km / Jam
Data yang bukan kuantitatif disebut data kualitatif.
Maksudnya data yang dikategorikan merupakan lukisan kualitas objek yang dipelajari. Golongan ini dikenal pula dengan nama atribut.
Contohnya ;
Sembuh, Rusak, Gagal, Berhasil, dan sebagainya.
Menurut sumbernya kita mengenal data intern dan data ekstern.
Data intern
Contohnya ;
Pengusaha mencatat segala aktivitas perusahaannya sendiri mulai dari ;
1. Keadaan pegawai,
2. Pengeluaran,
3. Keadaan barang di gudang,
4. Hasil jualan,
5. Keadaan produksi pabrik,
6. Jumlah pengiriman dll.
Data ekstern
Contohnya ;
Data dari sumber lain selain dari perusahaannya tadi
Contohnya ;
1. Pengalaman kerja pegawai pada perusahaan sebelum dia melamar,
2. Catatan Kepolisian mengenai pegawai yang sedang melamar.
Data ekstern dibagi menjadi ;
Data ekstern primer atau disingkat data primer,
Data ekstern sekunder atau disingkat data sekunder.
Jika data itu dikeluarkan dan dikumpulan oleh badan yang sama, maka didapat data ekstern primer dalam hal lainnya merupakan data sekunder.
Data yang baru dikumpulkan dan belum pernah mengalami pengolahan apapun dikenal dengan nama data mentah.
Data Terbaik :
1. Data Sahih,
2. Data Benar,
3. Data Andalan.
4. Populasi dan Sampel
Kesimpulan yang dibuat mengenai sesuatu hal umumnya diharapkan berlaku untuk hal itu secara keseluruhan dan bukan hanya untuk sebagian saja. Jika dikatakan : 20% Mahasiswa di Indonesia berasal dari keluarga berpenghasilan rendah, maka pernyataan ini berlaku umum untuk seluruh Mahasiswa di Indonesia ditinjau dari segi ekonomi keluarganya dan bukan hanya untuk sekelompok Mahasiswa saja. Untuk sampai kepada pernyataan demikian, diperlukan data mentah yang bisa dikumpulan dengan dua jalan :
1. Semua, dikenal SENSUS
2. Sebagian, dikenal PENELITIAN telah dilakukan secara sampling.
Populasi artinya totalitas semua nilai yang mungkin, hasil menghitung atau pengukuran, kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat - sifatnya.
Sampel artinya sebagian yang diambil dari populasi.
Jadi, kita melakukan sensus apabila setiap anggota, tiada terkecuali, yang ada dalam sebuah populasi dikenai penelitian dan melakukan sampling apabila hanya sebagian saja dari populasi yang diteliti.
Mudah dimengerti bahwa selain harus dikumpulkan data yang benar, sampling pun harus dilakukan dengan benar dan mengikuti cara - cara yang dapat dipertanggungjawabkan agar kesimpulannya dapat dipercaya. Dengan kata lain, sampel harus representatif.
Sampel yang Representatif artinya segala karakteristik populasi hendaknya tercerminkan pula dalam sampel yang diambil.
Analisis data yang seharusnya ditempuh, diusahakan agar kesimpulan yang dibuat bersifat tak bias (tegas) sehingga diharapkan dapat hasil yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Populasi pada umumnya berkondisi Populasi Tak Hingga
Populasi lain disebut Populasi Terhingga
Contohnya ;
1. Mahasiswa Indonesia
2. Banyaknya kendaraan umum,
3. Penduduk dunia,
Statistika Induktif :
Kesimpulan dibuat diharapkan berlaku untuk populasi,
Sampel diambil dari populasi dan dianalisi karakteristik yang ingin diketahui.
Statistika Diskriptif
Fase statistika di mana hanya berusaha melukiskan dan menganalisis kelompok yang diberikan tanpa membuat atau menarik kesimpulan tentang populasi atau kelompok yang lebih besar.
Statistika Induktif dapat didapat dari Statistika Deskriptif
5. Pengumpulan Data
Ditempuh dalam usaha mengumpulkan data ;
1. Penelitian Langsung ke lapangan , laboratorium (terhadap objek, hasil dicatat untuk dianalisis),
2. Mengambil catatan atau laporan badan atau orang lain (sebagian atau seluruhnya),
3. Mengadakan angket (daftar isian, daftar pertanyaan disiapkan, disusun sedemikian rupa sehingga calon responden hanya tinggal mengisi dan menandainya dengan mudah dan cepat (bentuk pilihan))
6. Pembulatan Angka
Aturan 1 :
Jika angka terkiri dari yang harus dihilangkan 4 atau kurang, maka angka terkanan dari yang mendahuluinya tidak berubah.
IDR 27.300 menjadi IDR 27.000
Aturan 2 :
Jika angka terkiri dari yang harus dihilangkan lebih dari 5 atau 5 diikuti oleh angka bukan nol, maka angka terkanan dari yang mendahuluinya bertambah dengan satu.
IDR 27.510 menjadi IDR 28.000
Aturan 3 :
Jika angka terkiri dari yang harus dihilangkan hanya angka 5 atau 5 yang diikuti oleh angka - angka nol belaka, maka angka terkanan dari yang mendahuluinya tetap jika ia genap, tambah satu jika ia ganjil
IDR 26.500 menjadi IDR 26.000
IDR 27.500 menjadi 28.000
6. Pemeriksaan Data
Perlu karena ;
1. Kekeliruan,
2. Tidak beresnya alat ukur (alat ukur rusak),
3. Tidak teliti,
4. Data yang meragukan,
7. Penyajian Data
1. Daftar (Tabel),
2. Diagram (Grafik).
Daftar ;
1. Daftar baris kolom,
2. Daftar kontingensi,
3. Daftar Distribusi frekuensi.
Diagram :
1. Diagram batang,
2. Diagram garis,
3. Diagram lambang atau diagram simbol,
4. Diagram pastel dan Diagram lingkaran,
5. Diagram peta / kartogram,
6. Diagram pencar titik.
PRESENTASI II
HOME PAGE 08881802619
CONTENTS LIST
INTERACTIVE
INVESTMENTS
POLICY
CONTACT
ADVERTISING
![A DEAL INTERNATIONAL WORLDWIDE INTERNAL HUGE or BIG FAMILY DOWNLOAD and INSTALL NOW and OF THE FUTURE SING ALL BEFORE COMING HiLTON RENO NEVADA UNITED STATE AMERICA 17. FFS Sp.B Ph.DP BNI 46 Bank Negara Indonesia 0274536061 International Deposit Day Hari Setor International Make it a Reality Starting Commissioner Director ALL CENTRAL DENDRIT Employees Customers AWARD IDR 111 850 000 Rp MONTHLY NEWKEY BAND INTERNATIONAL [3 PILAR LEADS GUITARIST NewKey Band Musics NkRI] SINCERE RESPECT AND RESPONSE IN COMMEMORATING MUSIC'S HUGES DAY His wife's Rp. 50,000 [INDONESIA] currency is infected ORIGINAL [71+51+35+30+20] 1200 CHAIRS HABIS 12.420.000.000 A CENTRAL DENDRIT](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXqD97VclJcSZbkXVM0b4GOtvF5G8qgxBG7x7Us8tx4qRlt6PEzsyxtXKAziKV-n9SuW3xlNhv3on0wMMZBYFCKCcbygt3YU3rlj2WRmxRF3taQwJ3OiayenmuRS00m6r3drUMQl2HRcU45HHbIrB5snNGdql14jNEiPcVC3GwpZ5wg8wFMK0M1NJuj0M/s842/MUSICS%20NEWKEY%20BAND%20NEWKEY.png)



